Total Tayangan Halaman

Senin, 18 Januari 2016

        PEJUANG YUDISIUM

Ketika sang rembulan
Mulai beranjak ke peraduan
Nampak seberkas cahaya merah, nan sendu
Membalikkan kegelapan menuju sebuah harapan
                        Dibalik gubuk itu,
                        Kulihat, kuamati lagi dengan pasti
                        Kukira seonggok, oh ternyata bukan
                        Ternyata seseorang
Seseorang dengan jiwa pemenang
Wajahnya yang tenang senantiasa memberi kedamaian
Kakinya tak pernah lelah, terus melangkah
Satu kilometer, dua kilometer,atau bahkan lebih
Ah itu sudah jadi santapannya
Ribuan kilometer pun nampaknya sanggup ia lakoni
Baginya pepatah ada satu, tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina
                        Dengan sekuat tenaga, ia kayuh onthel tuanya
                        Dandanannya sederhana,
                        Sosoknya bukanlah anak  bangsawan, apalagi anggota legislasi
                        Cukup sepasang batik dengan celana  lusuh dan kumal,
                        Ditambah lagi sepatu yang dikenakannya, hanya
                        Fantofel kuno yang mulai terkikis bagian depannya.
                        Ah, sungguh perpaduan yang menawan bukan !!!
Namun apalah arti semua itu,
Justru  perpaduan  indah yang menjadikan semangatnya berkobar
Dengan berbekal sejuta mimpi
Berangkat petang, pulang petang telah dijalani
Ujian, tugas,revisi , telah berkali-kali ia hadapi
Harapannya hanya satu !!! tahun ini,
Bisa memakai toga dengan menyandang gelar sarjana
Apalagi dapat predikat Cumlaude, ???
Ah benar-benar kado yang istimewa.
                       
                        Apa kau penasaran dengan DIA ???
                        Ya, dialah Pejuang Yudisium itu.


Sabilillah, 11 September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar